Bernilai Ekonomis, Siswa SMK PGRI 13 Surabaya Produksi Asbak Grafir Hasil Pembelajaran Produktif
SURABAYA – Inovasi pembelajaran produktif ditunjukkan oleh siswa SMK PGRI 13 Surabaya. Melalui keterampilan teknik grafir, para siswa berhasil menciptakan karya Asbak Grafir berbahan baku baru yang presisi, artistik, dan memiliki nilai jual ekonomis.Karya ini merupakan implementasi langsung dari kompetensi keahlian yang dipelajari di bengkel.
Siswa tidak menggunakan bahan limbah, melainkan menggunakan bahan baku baru berkualitas seperti aluminium dan kuningan solid. Proses pembuatannya melalui tahapan yang terstandar industri, mulai dari desain grafis dengan komputer, proses pemotongan material, pengukiran grafir menggunakan mesin Grafir skala menengah, hingga tahap polishing untuk menghasilkan produk yang halus dan premium.
Guru Produktif SMK PGRI 13 Surabaya menyampaikan bahwa penggunaan bahan baru bertujuan untuk melatih standar kualitas produksi yang sesungguhnya. “Kami sengaja menggunakan bahan baru agar siswa terbiasa bekerja dengan standar industri. Hasilnya harus presisi, rapi, dan layak jual. Dari sini mereka belajar tidak hanya teknik, tetapi juga manajemen produksi dan perhitungan harga jual,” jelasnya di ruang praktik.
Antusiasme siswa terlihat tinggi, pasalnya produk asbak grafir custom ini memiliki pasar yang luas. Dengan layanan ukir nama, logo perusahaan, maupun motif personal, produk ini banyak dipesan sebagai suvenir kantor, merchandise komunitas, hingga cendera mata eksklusif. Harga jualnya pun kompetitif, sehingga memberikan pengalaman nyata tentang wirausaha bagi siswa.
Melalui karya ini, SMK PGRI 13 Surabaya menegaskan perannya sebagai sekolah vokasi yang mencetak lulusan kompeten dan berjiwa entrepreneur. Karya asbak grafir menjadi bukti bahwa pembelajaran produktif di sekolah mampu menghasilkan produk berkualitas industri yang siap bersaing di pasaran.


